Makalah ilmu tauhid

BAB I
PENDAHULUAN
1. MATERI KAJIAN ILMU KALAM/TAUHID : AKIDAH
    Islam sebagai agama yang mempunyai dua dimensi, yaitu keyakinan atau akidah dan sesuatu yang diamalkan atau amaliah. Amal perbuatan tersebut merupakan perpanjangan dan  implementasi dari akidah itu. Islam adalah agama samawi yang bersumber dari Allah SWT. Yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang berintikan keimanan dan perbuatan.
   Keimanan dalam agama islam merupakan dasar atau fondasi, yang di atasnya berdiri syariat islam. Selanjutnya, dari pokok-pokok tersebut muncullah cabang-cabangnya. Antara keimanan dan perbuatan atau akidah dan syariat keduanya sambung-menyambung, tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain sebagaimana pohon beserta buahnya.
   Keimanan atau aqidah dalam dunia keilmuan (islam) dijabarkan melalui suatu disiplin ilmu yang sering diistilahkan dengan ilmu tauhid, ilmu aqaid, ilmu kalam, ilmu ushuluddin, ilmuhakikat, ilmu makrifat, Drs. H. Muhammad Ahmad,Tauhid Ilmu Kalam,(Bandung:Penerbit CV Pustaka Setia,1998)hal.9dsb.
   Dengan demikian, maka aspek pokok dalam ilmu tauhid atau ilmu kalam adalah masalah keyakinan akan adanya eksistensi Allah Yang Maha Sempurna, Mahakuasa, dan kesempurnaan lainnya. Kayakinan tersebut akan membawa seseorang untuk mempercayai adanya malaikat-malaikat, kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah, Nabi-nabi dan Rasul-rasul Allah, takdir, dan mempercayai adanya kehidupan sesudah mati.
   Ilmu ini dinamakan ilmu tauhid karena pokok bahasanya dititikberatkan pada ke-Esaan Allah SWT. Ilmu ini dinamakan pula ilmu kalam karena pembahasannya mengenai eksistensi Tuhan dan hal-hal yang berhubungan dengan-Nya digunakan argumentasi-argumentasi filosofis dengan menggunakan logika atau mantik.
BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Ilmu Tauhid

     Ilmu tauhid adalah ilmu tentang keesaan Allah SWT. Dan mensucikan dari sifat-sifat yang tidak  patut bagi-Nya. Dengan ilmu ini, seorang mufasir mampu menegakkan yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah SWT. Sehingga dapat menjadi pedoman yang berharga dalam menghadapi  ayat-ayat Al-Qur’an, misalnya mengenai ayat-ayat mustasyabihat. Didalam ilmu tauhid dibahas keesaan Tuhan. Secara bahasa ilmu tauhid dapat diartikan sebagai ilmu men-Esakan atau ilmu kepercayaan bahwa hanya satu Tuhan yang harus dipercayai.
Secara istilah ilmu tauhid berasal dari bahasa Arab. Secara harfiah, tauhid adalah mempersatukan berasa dari kata wahid yang berarti satu. Menurut istilah agama islam, tauhid ialah keyakinan tentang satu atau Esanya Tuhan dan segala pikiran dan teori serta dalil-dalilnya yang mnejurus kepada kesimpulan bahwa Tuhan itu hanya satu, disebut dengan ilmu tauhid.
    Syekh Muhammad Abduh mendefinisikan ilmu tauhid ialah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, sifat-sifat yang wajib bagi-Nya, sifat-sifat yang jaiz yang disifatkan kepada-Nya, dan sifat-sifat yang sma sekali wajib ditiadakan dari-Nya (mustahil). Juga Rasul-Rasul Allah untuk menetapkan kebenaran risalahnya,apa yang wajib ada pada dirinya, hal-hal yang jaiz dihubungkan (dinisbatkan) pada diri mereka dan hal-hal yang terlarang menghubungkannya pada diri mereka.
    Menurut Zainudin, tauhid berasal dari kata “wahid” yang artinya “satu”. Dalam istilah agama islam, tauhid ialah keyakinan tentang satu atau Esanya Allah maka segala pikiran dan teori berikut argumentasinya mengarah kepada kesimpulan bahwa Tuhan itu satu disebut dengan ilmu tauhid.
Nama-nama lain dari Ilmu Tauhid.
    Ilmu kalam disebut juga dengan beberapa nama seperti :

  1. ilmu ushuluddin

     Ilmu ushuluddin secara bahasa berarti ilmu pokok-pokok agama. Hal itu dikarenakan dalam ilmu ushuluddin membahas pokok-pokok agama atau pokok segala persoalan yang terkait dalam agama.
fiqh al-akbar
    Didalam  fiqh al-akbar membahas keyakinan atau pokok-pokok agama atau ilmu tauhid serta membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah muamalah, bukan pokok-pokok agama, tetapi hanya cabang saja. Abu Hanifat merupakan tokoh yang menyebut nama ilmu kalam fiqh al-akbar.
  2. Teologi Islam
      Merupakan kata lain yan sering dipakai untuk menyebut ilmu kalam.
Teologi berasal dari kata theos yang berarti Tuhan dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara bahasa teologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang Tuhan. Sedangkan secara istilah teologi dapat diartikan sebagai kajian yang membicarakan fakta-fakta serta gejala-gejala agama dan hubungan Tuhan dengan manusia baik dengan metode penyelidikan pemikiran murni maupun wahyu.
   3. Ilmu aqa>’id atau aqa>’d a-‘ilm.
       Aqa’id artinya ilmu ikatan kepercayaan. Karena dlaam pengetahuan ini ada pasal-pasal yangharus diikat,dibutuhkan erat-erat dalam hati kita yang harus menjadi kepercayaan yang teguh.
   4. Ilmu Hakikat
       Merupakan ilmu sejati, karena ilmu ini menjelaska hakikat segala sesuatu, sehingga dapat meyakini akan kepercayaa yang benar (hakiki).
   5. Ilmu Ma’rifat
       Yaitu dengan pengetahuan ini dapat mengetahui benar-benar akan Allah dan segala sifat-sifat-Nya dan dengan keyakinan yang teguh.
   6. Ilmu Kalam
       Menurut Syekh Muhammad Abduh, ilmu tauhid sering disebut juga dengan ilmu kalam. Inbu Khaldun dalam muqaddimah-nya, memberikan batasan : adalakanya masalah yang paling mashur dan banyak menimbulkan perbedaan pendapat di antara ulama-ulama kurun pertama, yaitu kalam Allah (wahyu) yang dibacakan itu qadim atau hadist. Dan adakalanya pula, karena ilmu tauhid itu dibina oleh dalil akal (rasio),yang pengaruhnya dapat dilihat dari setiap perkataan para ahli yang banyak berbicara tentang ilmu ini. Disamping itu pula, karena dalam memberikan dalil tentang pokok (ushul) agama lebih menyerupai logika (mantik),sebagaimana yang selalu di tempuh oleh para ahli dalam menjelaskan argumentasi (hujjah) tentang pendiriannya.
       Pentingnya Mempelajari Ilmu Tauhid
Mempelajari ilmu tauhid sebagai ilmu yang mempelajari pokok-pokok agama yang sangat penting itu hukumnya wajib. Sebab dengan mempelajari ilmu tauhid kita akan mengetahui yang baik dan yang buruk, maka baik itu harus dijadikan pedoman dalam keyakinan dan beri’tikad dan yang buruk ditinggalkan.
       Mempelajari ilmu tauhid biasanya didorong oleh keinginan untuk mengetahui lebih banyak dan lebih mendalam pengertian tentang Tuhan, teapi masih hanya samar-samar. Hal itu disebabkan karena memang setiap manusia lahir  dengan membawa benih iman dalam jiwanya.
       Kalau tauhid sudah masuk dan meresap ke dalam jiwa seseoang, maka akan tumbuhlah dalam jiwa perasaan rela atas pemberian Allah untuk dirinya mengenai rezeki kedudukan dll. Rasa harga diri dan menghargai orang lain, sebab orang bertauhid memandang semua manusiasama derajat, berasal dari satu keturunan dan tidak ada yang berhak dipertuan atau diperhamba, rasa kasih sayang terhadap sesama manusia. Orang bertauhid memandang semua manusia bersaudara, umat yang bertauhid itu hidup berdasar peri kemanusiaan dan persaudaraan, selalu bersikap terbuka, kerjasama dan gotong royong.

       Dalil Tentang Tauhid
       الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
       Artinya : “orang-orang yang beriman tidakmenodai keimanan mereka dengan kezdhaliman (kemusyrikan) mereka itu lah orang-orang yang mendapat ketentraman dan merekaitulah orang-orang yang mendapat jalan hidayah.”
       مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ                 Artinya : “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
       Tauhid adalah pemurnian ibadah kepada Allah. Maksudnya yaitu : menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekwen dengan mentaati segala larangan-Nya dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut kepada-Nya.
       Untuk ini lah sebenarnya manusia diciptakan Allah, dan sesungguhnya misi para rasul adalah untuk menegakkan tauhid dalam pengertian tersebut di atas, mulai dari Rasul pertama sampai Rasul terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW.

BAB III
PENUTUP
   1. KESIMPULAN
       Jadi kita harus percaya dengan adanya tuhan :Allah; karena walaupun "banyak pilihan kepercayaan-kepercayaan tetap islam lah agama yang waji" diikuti karena Allah lah yang telah menjamin kesucian kita" Al- Qur'an dan meresmikan agama islam sebagai pegangan hidup didunia dan diakhirat dan juga karena agama itulah yang telah menurunkan wahyu yang disampaikan kepada malaikat lalu Rasul menjalankan dakwah bertahun-tahun hingga akhirnya disampaikan kepada umat-umat muslim.












DAFTAR  KEPUSTAKAAN
Ahmad Muhammad.1998.Tauhid Ilmu Kalam.Bandung: Penebit CV Pustaka Setia.
Syafii.2012.Dari Ilmu Tauhid/Ilmu Kalam ke Teologi:Analisis Epistemologis.Semarang:jurnal.
Muhammad Syekh bin Abdul Wahab.2007.Kitab Tauhid.Surabaya:islamhouse.
Teh Kamarul Shukri Mohd. 2008.Pengantar Ilmu Tauhid.Kuala Lumpur:Yeohprinco SDN. BHD.
  Rahman Taufik. 2007.Tauhid Ilmu Kalam.Bandung:CV Pustaka Setia.http///makalah.tauhid.com

Komentar